Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Februari 2022

Pandemi Datang, Jalan Kaki di Kota pun Jadi Terhalang

Pandemi datang, jalan kaki di kota pun jadi terhalang. Iya nih, sejak 2 tahun lalu, sejak pandemi mulai hadir di kehidupan kita, kebiasaan jalan-jalan keliling kota jadi ngga bisa saya lakukan lagi. Jalan-jalan di sini itu memang beneran jalan kaki. 

Jumat, 02 Agustus 2019

Jalan Pagi di Komplek Villa Istana Bunga

Jalan Pagi di Komplek Villa Istana Bunga - Jumat minggu lalu terjadi erupsi Gunung Tangkuban Parahu. Letak gunung tersebut tidak jauh dari tempat tinggal saya. Sekitar 5 km kalau ditarik garis lurus. Saya sudah sering posting tentang perkebunan teh, hutan pinus dan padang rumput, nah itu termasuk kaki gunung Tangkuban Parahu. Saat terjadi erupsi itu, saya ada di rumah. Fauzan juga baru pulang sekolah. Tapi kami berdua ngga ngeh. Memang kami mendengar suara ledakan, saya hanya berpikir itu suara guntur. Sempat mikir juga sih, cuaca cerah dengan panas terik kok ada suara guntur. Cuma sering juga kan hujan tapi ada matahari bersinar, hujan poyan kalau kata orang Sunda. Jadi saya santai aja, sama sekali ngga keluar rumah. 


Kamis, 11 April 2019

Jalan Pagi Bikin Hepi

Jalan pagi bikin hepi. Gara-gara di candid suami pas menyentuh alam kemarin, trus dia komentar "Ibu ngagendutan". Waduhh, ternyata memang bener ya badan saya agak membengkak. Udah lama sih ngerasa, tapi cuek aja. Pas suami komen baru mikir. 

Selasa, 23 Oktober 2018

Mie Baso Akung, Kedai Baso Legendaris di Bandung

Mie Baso Akung, kedai baso legendaris di Bandung - Pernah nonton film Dilan 1990 ? Ada kan tuh adegan di mana Dilan dan Milea sedang menikmati baso yang mana kerupuknya dipotong jadi dua. Satu dimakan di tempat dan satu lagi disisain buat makan malam. Salah adegan yang bikin hati penonton gimana gitu. Saya bukan mau ngomongin adegan itu sih, tapi mau ngomongin tempat makan baso yang masih berupa gerobak dorong di pinggir jalan dengan nama Mie Baso Akung. Itu tahun 1990. Kalau sekarang bagaimana penampakannya ?

Kamis, 05 Juli 2018

Cipanas - Nagrak, Kolam Air Panas alami di Parongpong

Cipanas - Nagrak, kolam air panas alami di Parongpong. Liburan ke mana kali ini ? Kami ngga pergi jauh-jauh. Lebaran yang biasanya mudik ke Tasikmalaya ke kampung halaman suami juga ngga. Menikmati Parongpong dan sekitaran Bandung saja. Salah satunya ini, Cipanas - Nagrak. Kolam air panas yang mengandung belerang. Sumbernya berasal dari Gunung Tangkuban Parahu. Sebenarnya tempat ini sudah ada sejak lama. Yang saya ingat, ketika kecil dulu sering diajak Bapak main ke kolam air panas. Letaknya di tengah-tengah kebun gitu. Lewat jalan kecil dan kolam ada dibagian bawah. Ternyata sekarang sudah jauh berbeda penampakannya. Setelah dikelola oleh karang taruna setempat, tempat ini jadi salah satu tempat wisata yang cukup dikenal. Coba deh buka Instagram lalu ketik kata kunci 'Cipanas Nagrak'. Sudah banyak foto yang menampilkan keindahannya.

Jumat, 07 April 2017

Sejenak Melepas Penat dan Menjauh dari Hiruk Pikuk

Sejenak melepas penat dan menjauh dari hiruk pikuk - 29 Maret lalu, saya bersama dua orang teman baru yang sama-sama suka memotret menyusuri jalanan di dekat rumah. Pagi itu cuaca cerah dengan langit biru dan awan putihnya. Suasana yang tepat untuk sejenak melepas penat dan menjauh dari hiruk pikuk. Mungkin beberapa teman blogger sudah bisa menebak, akan kemana saya pergi. Yup, ke padang rumput hijau itu. Sudah sering saya bercerita tentang padang itu di sini. Beberapa teman bloggerpun sudah pernah saya ajak ke sana. Mari kita nikmati saja foto-fotonya.

Kamis, 25 Agustus 2016

Baso Aci Ceu Imas di Garut

Baso aci Ceu Imas di Garut - Selain dodol, kerupuk kulit, ada lagi kuliner Garut yang sekarang mulai terkenal. Baso aci. Aci itu sebutan tepung tapioka dalam Bahasa Sunda. Kemarin Minggu, saat kami mengunjungi Garut, adik ipar mengusulkan untuk mencoba Baso Aci Ceu Imas di sekitar Jalan Karacak. Katanya sudah terkenal sampai luar kota.

Rabu, 15 Juni 2016

Tidak Tahu Banyak tentang Tempat Wisata di Kampung Sendiri

Hampir memasuki pertengahan Ramadhan, ngga terasa ya. Ujug-ujug nanti Lebaran aja. Mulai deh persiapan mudik, jalan-jalan menikmati liburan. Kalau buat orang Parongpong, Lebaran berarti siap-siap menikmati kemacetan di sepanjang jalan. 

Kamis, 09 Juni 2016

Mesjid Agung di Pusat Kota Bandung

Mesjid Agung di pusat kota Bandung - Foto ini diambil setahun yang lalu, menjelang peringatan konferensi Asia Afrika ke 60. Gedung Merdeka sebagai pusat peringatan memang tak jauh dari Mesjid ini.

Letaknya yang berada tepat di pusat kota Bandung, alun-alun luas sebagai halaman yang terkenal dengan rumput sintetisnya itu, dilengkapi dengan taman bermain anak, berdampingan dengan pertokoan dan perkantoran, membuat lingkungan sekitar mesjid yang berada di Jalan Asia Afrika ini selalu ramai oleh kegiatan warga kota maupun pengunjung lain. Jalananpun tak pernah sepi oleh lalu lalang kendaraan. Jika siang hari, macet jangan ditanya. Apalagi jika hari libur tiba.

“Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog theordinarytrainer.com”
 http://theordinarytrainer.com/2016/05/30/lomba-foto-blog-theordinarytrainer-com/

Selasa, 17 Mei 2016

Memanah dan Flying Fox di De'Ranch Lembang

Kapan ya terakhir ke De'ranch. Kayaknya waktu lelaki kecil saya belum berumur belasan tahun seperti sekarang. Memang sih dia masih suka minta diajak ke tempat ini. Tapi kami ngga turuti permintaannya. Bukan apa-apa, suka malas aja lihat macetnya kalau hari libur. Belum lagi pengunjung yang ramai. Ngeliat yang parkir bisa sampai pinggir jalan. Bosen juga kalau buat saya. Udah berkali-kali main ke sini.

Senin, 15 Februari 2016

Food Blogger dan Healthy Food di Ur Flavor Market


Ur Flavor Market, mini talk show dengan tema "Pentingnya Food Blogger bagi Bisnis Kuliner dan Healthy Food." Melihat temanya tentang healthy food, langsung semangat untuk daftar dan ikut datang bareng teman-teman Blogger Bandung. Iyalah, sejak operasi jantung kemarin itu, mau ngga mau saya harus benar-benar menjaga pola makan, lebih dari sebelumnya. Dan sepertinya tema ini penting untuk saya ketahui.

Jumat, 25 September 2015

Taman Miniatur Kereta Api di Lembang

Taman Miniatur Kereta Api di Lembang ini sudah ada sejak bulan Desember 2014 lalu. Tapi kami baru mengunjunginya tanggal 17 Agustus kemarin. Taman ini merupakan salah satu taman yang ada di Floating Market Lembang dan kabarnya merupakan taman miniatur kereta api terbesar di Indonesia. Jadi kalau mau ke sini, ya harus beli tiket untuk masuk Floating Market dulu. Lalu membeli tiket kembali untuk masuk ke taman miniatur kereta api. Tiket masuk ke Floating Market bisa ditukar dengan salah satu minuman yang kita suka.

Kamis, 20 Agustus 2015

Cara Naik Bus Bandros

Cara Naik Bus Bandros - Bandros yang dimaksud di sini adalah Bandung Tour On Bus, yaitu bus wisata yang ada di Bandung. Bukan Bandros makanan lho ya. Karena di tanah Sunda ada juga sejenis kue tradisional yang disebut Bandros. Sudah sering melihat bus ini lalu lalang di jalanan kota Bandung, tapi kami tidak tahu bagaimana cara untuk bisa naik bus itu. Beberapa kali juga melihat postingan beberapa teman blogger yang Ibu kenal keliling Bandung memakai Bandros, tapi mereka bisa naik karena ada acara khusus, bukan perorangan. Sampai akhirnya, beberapa waktu lalu melihat seorang teman di Instagram memajang foto saat naik Bandros. Ibu tanya-tanya deh bagaimana caranya. Lalu Ibu diberi nomor WA yang bisa dihubungi. Udah lama dapet nomor kontak, tapi baru minggu lalu Ibu hubungi. Karena Ibu sama Bapak mah ngga terlalu minat, yang penasaran itu adalah Fauzan. Namanya juga anak-anak ya.

Senin, 03 Agustus 2015

Sejarah Garut : Deg Dayeuh Ngadeg

Sejarah Garut :  deg dayeuh ngadeg . Rahayu munggung ceuk dawuh. Waluya mungguh ceuh sabda. Cirina ciseke ngemplang. Tengahna canembrang herang.

Sebagian kalimat dalam Bahasa Sunda yang tertulis di batu peresmian salah satu cagar alam budaya yang ada di kota Garut. Tentang sejarah kota Garut.



Jumat, 26 Juni 2015

Bertemu Peri Kebun di Dusun Bambu

Dusun Bambu, sebuah tempat wisata dengan konsep menyatu dengan alam. Masuk wilayah Cisarua - Cimahi, tetangganya Parongpong. Letaknya kurang lebih 2 km dari rumah kami. Sudah sering baca cerita di postingan teman-teman tentang tempat ini. Juga foto-foto di Instagram. Waktu awal-awal buka, (kayaknya tahun lalu apa dua tahun yang lalu ya, lupa) spanduk dan balihonya pun banyak di sepanjang jalan di Parongpong. Seperti biasa, kalau ada tempat wisata baru di sekitar sini, sebagai penduduk asli, malah ngga pernah menyengajakan diri untuk datang. Tau ceritanya malah dari teman-teman yang tinggal di kota Bandung atau luar kota Bandung.

Minggu, 07 Juni 2015

Melihat Hijau Rumput dan Biru Langit

Kalau ada teman berkunjung, terutama teman blogger, biasanya Ibu ajak jalan-jalan ke kebun teh yang jaraknya kurang lebih 2 km dari rumah. Tanggal 2 kemarin, ada Ipuy, teman blogger dari Pontianak yang datang dan menginap. Ipuy woro-woro di Facebook, akhirnya ada Mbak Vivi dan Ima yang ikut bergabung pada pagi harinya. Kami berempat (plus Bapak) jalan menyusuri kebun sayuran, kebun rumput dan kebun teh. Jalannya santai banget, karena banyak berhenti buat foto-foto. Bukan foto narsis, tapi. memotret pemandangan yang dilihat.

Jumat, 01 Mei 2015

Jalan Braga Siang itu

Jalan Braga siang itu, menjumput sedikit kenangan yang tersisa.

Kamis, 30 April 2015, Ibu dan Fauzan menyusuri Jalan Braga dan Jalan Asia-Afrika dengan berjalan kaki. Sebelumnya naik angkutan umum dari depan RS. Mata Cicendo. Berhenti di Jalan Braga depan Gedung Landmark. Mulailah petualangan kami berdua. Masih terasa sekali sisa-sisa keriaan setelah perayaan Konferensi Asia-Afrika yang ke enam puluh kemarin itu.

Senin, 26 Januari 2015

Kamboja di Mana-mana

Semangat menulis di blog ini memang sedang di titik terbawah. Sebenarnya sudah sejak awal tahun 2014 lalu semangat itu mulai berkurang. Awal tahun 2015 ini, malah makin malas bikin postingan. Tapi di Instagram makin rajin mengunggah foto. Biasanya jika sudah mengunggah foto di  Instagram, akan Ibu share ke Facebook. Makin ke sini, makin malas juga eksis di Facebook. Ngga tau ini, maunya apa. Ngikutin kata hati aja deh. Seperti sekarang, kata hati cuma ingin pamer foto bunga Kamboja yang sebagian sudah pernah di unggah di Instagram. Bunga-bunga yang Ibu berhasil jepret saat jalan-jalan ke Bali beberapa waktu lalu.

Kamis, 11 Desember 2014

Loloan Timur, Kampung Muslim di Ujung Barat Pulau Bali

Rasa penasaran untuk mengunjungi salah satu kampung muslim di Bali, tepatnya di Kabupaten Jembrana, akhirnya kesampaian. Nama kampung ini adalah Loloan Timur. Sebuah kampung muslim yang berada di tengah-tengah lingkungan yang mayoritas beragama Hindu. Mereka bisa hidup berdampingan dengan baik. Mayoritas penduduk muslim di sini awalnya datang dari Bugis (Sulawesi) dan Melayu (Pontianak - Kalimantan). Menurut cerita, kata Loloan berasal dari kata Liloan (Kalimantan) yang artinya berkelok-kelok. Yaitu saat Syarif Abdullah bin Yahya Al Qadry yang berasal dari Pontianak melewati sungai Ijo Gading yang berkelok-kelok. Ada pula yang mengatakan bahwa Loloan berasal dari kata Loloh (jamu dalam bahasa Bali). 

Senin, 08 Desember 2014

Mimpi yang Akhirnya Terbeli

"Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu" -Andrea Hirata-

Setiap orang pasti mempunyai mimpi, harapan dan angan-angan. Termasuk juga Ibu. Tapi Ibu tidak berani berharap banyak terhadap mimpi-mimpi itu. Takut ngga kesampaian. Jadi cukup disimpan dalam hati saja lalu dilengkapkan dalam doa. Ibu hanya percaya, Tuhan akan mewujudkan mimpi-mimpi itu jika menurut-Nya baik. Karena Tuhan akan selalu menjawab doa-doa kita, walau kadang jawabannya adalah tidak.