Museum Bio Farma, mengenal sejarah Vaksin di Indonesia - Pertama tahu museum ini dari postingan Ulu di blognya, Bandung Diary. Penasaran ingin berkunjung juga. Tapi lupa terus mau tanya ke Ulu. Sampai akhirnya tanggal 18 Juli lalu saya berkesempatan datang ke acara open house Museum Bio Farma. Kapan lagi, karena ternyata museum ini memang belum terbuka untuk umum. Ngga saya sia-siain dong kesempatan ini. Saking senangnya, kepagian sampai lokasi, hehehe. Belum ada teman yang datang, mana komplek Bio Farma itu luas banget. Hampir 9 hektar kalau ngga salah. Untung Pak Satpamnya baik-baik. Langsung tahu juga ketika ditanya di mana lokasi acara. Ya, walau saya sempat salah masuk gedung sih, hehehe. Mana udah naik ke lantai 3 pula. Turun lagi deh, trus menelpon Mbak Junita yang memang kerja di sana. Akhirnya ketemu juga gedung yang dimaksud.
Tampilkan postingan dengan label museum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label museum. Tampilkan semua postingan
Kamis, 26 Juli 2018
Senin, 03 Februari 2014
Foto di Museum Linggarjati
Saat menatap satu persatu foto yang di pajang di dinding Museum Linggarjati - Kuningan (Jawa Barat), mata langsung tertuju kepada foto yang ada di bawah ini. Foto saat para wartawan luar negeri sedang mengetik naskah berita, hasil dari perjanjian Linggarjati di Cirebon pada tanggal 11 - 12 November 1946. Unik dan tampak teratur, karena para wartawan itu duduk di sisi tangga yang berundak-undak dengan saling membelakangi.
Turnamen foto perjalanan ke-35, dengan tema Museum.
Jumat, 08 Juli 2011
Dokter Gigi & Museum Geologi dalam satu hari
Mumpung Fauzan libur, ke dokter gigi ah ... Gigi Fauzan ada yang berlubang di sebelah kanan bawah. Gigi susunya memang kurang bagus, hiks ... salah ibu juga, kurang telaten merawat giginya. Mudah-mudah gigi dewasanya nanti kondisinya tidak seperti sekarang.
Sadar kamera sekali, tetap bergaya meski gigi sedang di otak-atik ..
(lihat tuh kedua jari tangannya)
Niat awal memang cuma mau ke dokter gigi saja, tapi biasa, kalau sudah turun gunung, merasa sayang untuk buru-buru pulang. Fauzan pun merajuk ingin ke toko buku. Ya sudah, dari Puskesmas Ledeng lanjut naik angkutan jurusan Cicaheum, ke Togamas atau Rumah Buku di Jl. Supratman yang selalu ada potongan harga untuk buku-buku yang dijual.
Akhirnya ke Rumah Buku, Fauzan membeli komik 'WHY' yang judulnya komputer. Suka sekali anak itu dengan buku serial 'WHY'. Memang bagus juga sih, ilmu pengetahuan disampaikan dalam bentuk komik, anaknya jadi tidak bosan dan cepat menyerap ke otak mereka. (orang tua juga dink ... :D)
Sebelum Rumah Buku, melewati Museum Geologi, di Jln Diponegoro No. 57 Bandung, Fauzan mau mampir, mau lihat tulang Dinosaurus (lagi) katanya, Ibu janji sehabis dari toko buku saja, biar sekalian pulang.
Saat Fauzan berumur 3,5 tahun, sebenarnya sudah pernah kesini. Tapi Fauzan belum berani melihat tulang-tulang yang besar-besar. Sejak itu, setiap kali lewat dan ditawari buat masuk lagi ke dalam, dia tidak pernah mau.
Tadi mah sudah mau lihat dari dekat, meski diawali dengan bibir yang komat-kamit.
Waktu ibu tanya, "Aa ngapain ?"
Fauzan jawab, "baca doa dulu, Al Fatihah, biar ngga takut"
hehehe .. baguslah ....
Karena berbarengan dengan liburan sekolah, jadi suasana museum cukup ramai. Banyak yang dari luar kota. Biasanya sih, cukup sepi.
Kata Wikipedia, Museum Geologi didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Museum ini telah direnovasi dengan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Setelah mengalami renovasi, Museum Geologi dibuka kembali dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati Sukarno Putri pada tanggal 23 Agustus 2000. Sebagai salah satu monumen bersejarah, museum berada di bawah perlindungan pemerintah dan merupakan peninggalan nasional. Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral. Kesemuanya itu dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850.
Bangunan museum bergaya art deco (gaya hias yang lahir setelah Perang Dunia I dan berakhir sebelum Perang Dunia II yang banyak diterapkan dalam berbagai bidang, misalnya eksterior, interior, mebel, patung, poster, pakaian, perhiasan dan lain-lain dari 1920 hingga 1939), terdiri dari 2 lantai. Tapi tadi kami hanya berkeliling di lantai 1 saja, tidak sempat ke lantai 2.
Ini sebagian foto-fotonya :
Bangunan Museum di lihat dari depan
Beberapa fosil kayu yang ada di halaman depan museum
(mulus-mulus kayak marmer, umurnya udah jutaan tahun)
yang sebelah kiri atas, kurang tahu itu alat apa
Fosil-fosil binatang purba (Tyrannosaurus, gajah purba, kura-kura purba, badak purba)
Beberapa jenis batuan koleksi museum
(jadi ingat pelajaran IPS waktu SMP kalau lihat ini)
Meteorit yang jatuh ke bumi
Homo sapiens
Taman Siklus Batuan
Menurut ibu, Museum Geologi nyaman kok untuk dikunjungi bersama anak-anak, cukup luas untuk mereka yang masih suka berlari kesana kesini. Lumayan bersih juga. Petugas museumnya juga baik-baik, tidak perlu bayar tiket masuk pula (semua museum kayaknya gratis ya ?) Letaknya yang dipinggir jalan utama kota Bandung dan dekat dengan Gedung Sate, memudahkan kita menemukan lokasinya.
Kenapa tidak mencoba mengisi liburan dengan berkunjung ke Museum di kota kalian ?
Sssstt, waktu mau pulang, Fauzan berdiri tegak di depan tiang bendera di depan Museum dan langsung hormat bendera. Persis saat dia datang pertama kali ke museum ini, tiga tahun yang lalu. Sayang, tidak sempat ibu potret. Selalu cinta tanah air ya Nak .... :)
Rabu, 25 Juni 2008
Museum Geologi
Ke Museum Geologi di Jl. Diponegoro. Ternyata masuknya gratis ya, hehee… baru tahu, karena memang gak pernah kesitu.
Di parkiran museum, Fauzan heboh banget waktu dikasih tahu kalo mau di ajak liat tulang Dinosaurus. Sampe loncat-loncat segala.
Tapi ternyata nih, pas ngeliat itu fosil aslinya, malah gak mau ngedetin. Mulutnya sih nyerocos melulu ngasih komentar, tapi dari jauh. Kekekeke, mungkin dalam angannya, dinosaurus itu kecil, eh …. aslinya segede gitu. Ya udah, gak dipaksain, daripada trauma.
Rencananya sih, nanti lagi kalo ada kesempatan, Fauzan mau diajak jalan-jalan ke Museum yang lain, yang ada di Bandung .
Langganan:
Postingan
(
Atom
)








