Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Juli 2023

Lulus SMA

Bikin blog ini ketika Fauzan masih usia 3 tahun. Sekarang anak itu sudah lulus SMA. Sebentar lagi jadi mahasiswa. Dan alasan membuat blog adalah untuk menuliskan keseharian kami, terutama Fauzan kecil. Sejak dia memasuki usia remaja, saya sudah mulai jarang bercerita di sini. Salah satu alasannya karena sumber ide ceritanya sudah mulai besar. Sudah tidak ada lagi kisah-kisah absurd yang lucu, hehe. Dan harus minta ijin dulu kalau mau menuliskan tentang dia.

Jumat, 07 Juli 2017

Selamat Memasuki Dunia Remaja, Nak !

Selamat Memasuki Dunia Remaja, Nak ! - Senin, 18 Juli 2011, hari pertama di mana dia melangkahkan kaki memasuki dunia sekolah dasar. Dunia dengan lingkungan baru, teman baru juga guru baru. Enam tahun berlalu, pertengahan tahun ini dia dinyatakan lulus dan akan memasuki sekolah menengah pertama. Cepat sekali waktu berlalu ya. Sudah pasti banyak cerita yang bisa dikisahkan. Sebagian sempat saya tuliskan di blog ini, sebagian lagi tidak dengan banyak alasan. Menyesal juga, karena ketika akan membuat postingan ini, saya buka-buka lagi cerita tentang dia sebelumnya. Ternyata tidak banyak pengalaman di sekolah yang saya tulis saat dia duduk di kelas 3, kelas 4 dan kelas 5. Ibunya kemana aja ini. Huhuhu, sedih. Sekarang udah banyak yang lupa. 

Ini pengalaman pertama dia di Sekolah Dasar, Sekarang beneran pakai seragam SD-nya.

Kamis, 16 Februari 2017

Menuai Rindu dalam Kenangan

Menuai rindu dalam kenangan - Berbeda ruang dan waktu, hanya bisa saling sapa lewat kata-kata di dunia maya. Itu mungkin yang terjadi sekarang diantara saya dan teman-teman sekelas saat masih berseragam putih abu-abu. Tidak mudah memang untuk bisa mengumpulkan mereka dalam waktu yang sama. Jarak yang memisahkan, kepentingan keluarga yang harus didahulukan, kehilangan jejak sama sekali, itu diantara banyak alasannya. Padahal masih ada beberapa teman yang menetap di Lembang atau sekitaran kota Bandung, tapi tetap aja susah buat janjian untuk ketemu.

Selasa, 08 Maret 2016

Kesukaan Anak Yang Mulai Terlihat

Membuat anak lebih percaya diri untuk berani tampil di panggung dan dilihat banyak orang itu memang perlu kesabaran ya. Ngga bisa dipaksa. Cuma bisa dikomporin aja, seperti yang pernah saya tulis tentang Fauzan, mau juga tampil di panggung. Nah, hari Senin tanggal 15 Pebruari 2016 lalu, Fauzan tampil lagi atas keinginan sendiri. Sekarang dia mau pantomim. Hohoho, yang seneng Ibunya :-D. Kali ini berbeda, dia sendiri yang bilang mau pantomim. Tanpa disuruh siapapun. 

Kamis, 28 Mei 2015

Mau Juga Tampil di Panggung

Sebelum punya anak, selalu suka aja melihat anak-anak yang rajin ikut ekstra kurikuler di sekolah. Ikut banyak kegiatan, tampil di panggung. Setelah punya Fauzan, pengen juga sih dia seperti itu. Tapi apa daya, lelaki kecil Ibu ini bukan anak yang suka tampil. Walau dia anak yang aktif dan tidak bisa diam, bukan berarti punya rasa percaya diri yang tinggi kalau dilihat orang banyak.

Jumat, 11 April 2014

Bermain Dengan Tawa

Kalau ke sekolah Fauzan, paling senang memperhatikan tingkah laku anak-anak di sana. Seperti tadi siang saat menjemput. Ada pemandangan seperti foto ini :

Kamis, 21 November 2013

Kejujuran Terkadang Tidak Membuat Nyaman

Fauzan : Ibu, kuping Aa tadi di giniin sama Ibu Kepala Sekolah (Fauzan mencontohkan kupingnya dipegang sambil di tekan-tekan dengan jari tangan)

Ibu : Kenapa bisa di gituin sama bu Guru ?

Rabu, 02 Oktober 2013

Pramuka Siaga

Pramuka Siaga pakai seragam lengkap. Mau difoto dulu sebelum berangkat sekolah. Tapi kenapa gayanya manis semua ya ...

Jumat, 28 Juni 2013

Yang Membuat Bangga

Sabtu tanggal 22 Juni kemarin, ada acara Pentas Seni dan pembagian raport di sekolah Fauzan. Sehari sebelumnya, kondisi ibu ngedrop banget. Ngga bisa bangun dari tempat tidur, kepala berdenyut-denyut dari ubun-ubun sampai tengkuk. Ngga nyaman sih, tapi ya di nikmati saja. Salah satu hiburan saat sakit kemarin itu adalah ceting sama dua orang sahabat yang salah satu dari mereka hari Jumat itu sedang kopdar. Hihihi, sambil tiduran masih bisa iseng. Piss ...

Senin, 04 Juni 2012

Ujian Kenaikan Kelas

Mulai hari Senin ini sampai nanti Sabtu, Fauzan mulai mengikuti UKK (Ujian Kenaikan Kelas). Anaknya sih nyantai, emaknya yang senewen. Kayaknya dia belum ngerti banget tentang ujian, tentang nilai. Menurut dia, sama aja dengan sekolah biasa. Sama-sama ngerjain soal.

Selasa, 19 Juli 2011

Sekarang beneran pakai seragam SD-nya

Empat hari gak posting, sedikit baca-baca tulisan temen-temen, sempet mengomentari, itupun gak semua.  Belum balas komentar di postingan sebelumnya, maap .. maap ..
Beginilah emak-emak yang punya anak baru masuk SD, riweuh dengan rutinitas baru. Mungkin seminggu ini  Fauzan ke sekolahnya masih di antar jemput ibu bahkan ditungguin. Sebelum nantinya diantar bapak dan ibu hanya menjemput, seperti waktu TK kemarin.

Siap-siap berangkat sekolah

Selasa, 12 Juli 2011

Lelaki kecil itu ....

Bukan lupa jika akhirnya cerita ini baru di posting hari ini. Tapi memang mendahulukan acara giveaway (acara sendiri maupun meramaikan acara teman, siapa yang ngga mupeng coba dapat gratisan .. :D).

Ini waktu pentas seni sekaligus pembagian raport Fauzan tanggal 30 Juni kemarin. 

 

Lihat foto sebelah kiri ini, lelaki kecil ibu cukup pede di foto setelah dandan sebelum pentas. Dia memang heboh ingin cepat-cepat memakai kostum tarinya, bahkan malam hari sebelum acara di mulai.

Kamis, 23 Juni 2011

Berkuda (lagi) dan Hipertensi

Apa hubungannya ya, berkuda & hipertensi .. buat ibu sih ada hubungannya .. :)

Setelah April kemarin, hari ini ada acara berkuda lagi di sekolah Fauzan. Kayaknya terakhir buat anak-anak TK B, karena bulan Juli kan mereka sudah masuk SD.  Seandainya masuk SD yang satu yayasan, katanya sih masih ada ekskul berkuda, dengan biaya yang berbeda tentunya. Karena nanti di SD, bakal di ajarin gimana berkuda yang baik dan benar. Kalau sekarang kan cuma naik kuda keliling lapangan sambil di temani sama om tentaranya, yaa .. itung-itung kenalan ama yang namanya kuda.

Sebenernya ibu rada trauma nemenin Fauzan berkuda di lapangan, harus berpanas ria sambil memotret temen-temennya sesuai permintaan para ortu. Sebab, April kemarin itu, sehabis nemenin Fauzan berkuda, sorenya ibu masuk UGD dan akhirnya opname karena tensi melonjak naik. Emang sih sebelumnya ibu ngerasa pusing, dan memang tensi naik. Tapi karena harus nemenin Fauzan berkuda, ya dikuat-kuatin aja (meski ternyata gak kuat juga, sampe rumah langsung tepar dan sorenya berlibur di RS deh ..:D)

Alhamdulillah, tadi pas di tensi di rumah, normal-normal aja. Normal buat ibu itu, 150/100, hihihi .. buat yang lain (dan kata tenaga medispun), tensi segitu udah tinggi ya .. ?  Dibanding waktu ibu opname kemaren itu, tensinya 210/150. Hayooohhh, gimana gak langsung masuk UGD coba. Meski begitu, gak sampe stroke atau pingsan, dll. Hasil foto kepala juga ngga apa-apa. Di rumah sakit juga cuma 3 hari, malah hari kedua juga udah turun tensinya, tapi sama dokter suruh istirahat dulu sehari lagi.

Ibu memang mengidap hipertensi sejak umur 20 tahun. Huahhhh, parah memang ni badan. Tapi ibu menikmati aja kok. Maksudnya, gak mau dijadiin beban. Selama ibu sudah menjaga pola makan, pola tidur, pola hati (menjaga hati maksudnya .. :D), teratur minum obat, ya sudah, hasil akhir mah terserah Sang Maha Pemberi. Jika tensi naik, paling ibu koreksi diri aja, sebelumnya ibu habis ngapain ... makan sembarangan, atau kurang istirahat atau hati ibu lagi gak bersih. Di bawa simpel, kan kalo makin di pikirin, tensi malah makin naik.

Makanya itu ya, ibu gak mau di bilang penderita hipertensi, tapi pengidap hipertensi  (sombong bener ya, hihih .. sugesti diri sendiri).  Lha wong ibu ngga merasa menderita kok. Ibu merasa sebagai orang terpilih dikasih hipertensi ini. Ibu yakin, Allah ngasih karena Allah tau, ibu kuat dan ibu sanggup menjalaninya. Insya Allah, berpikir positif dan selalu optimis. Kan ibu masih mau liat Fauzan tumbuh besar, liat Fauzan jadi orang yang  memberi arti buat sekeliling, de es be deh ...

Yuk mulai hidup sehat dari sekarang, apalagi buat temen-teman yang masih muda (ngerasa diri dah tua nih, hehehe ..). Jalan masih panjang Nak dan hari esok itu menyenangkan .. *halah ....

Kamis, 16 Juni 2011

Dapet seragam SD uy ..

Kemaren Fauzan di bagi pakaian buat nanti SD. Sampe rumah, langsung di cobain satu-satu. Gak mau dilepas, pengennya dipake terus. Mau ganti baju lain setelah ibu bilang, bajunya kegedean, mau ditukerin dulu. Nah, pas malem ada bapak, dia mau pamer lagi tuh baju-baju SD-nya. Ehhh, tetep lho gak mau dilepas, padahal udah dikasur, udah mau tidur. Hadeuhhh .... meni bangga pisan mau masuk SD teh ...

liat tuh, udah meluk selimut siap2 mau tidur, masih dengan seragam SD-nya. 
Masih lama atuh kasep, masih  nanti bulan Juli mulai jadi murid SD.

Sabtu, 07 Mei 2011

Foto Wisuda

Dibagi hasil foto wisuda di sekolah. Pemotretannya sih udah tanggal 21 April kemarin. Fauzan bangga banget, semua di pamerin foto itu. Mbahnya, Pakdenya yang lagi berkunjung, sepupunya, guru ngajinya, temen maen di rumah. Sampe ibu nulis ini pun, tu anak masih memandang kagum fotonya, di pegang-pegang aja.  Udah di pajang di tembok, diambil lagi, di pajang di lemari, pindahin lagi. Aduhhh, sampe sebegitunya .. :D

Ini foto  yang dari sekolah, dapet 2 lembar dan sudah di bingkai. Satu yang sendirian,  satu lagi rame-rama sama temen sekelas + guru-guru + pengurus yayasan. Kok ada yang naik kuda segala ? Itu emang ciri khas sekolah Fauzan, karena milik yayasan kavaleri berkuda.



Kalo yang ini, foto-foto jepretan ibu :


Lulus TK jaman sekarang, beda banget dengan jaman ibu dulu ya. Pastilah, selisihnya aja puluhan tahun, hehe.

Selasa, 29 Maret 2011

Jadi .. ???

#Tulisan yang sebenernya udah pernah di posting di FB, ada beberapa tambahan sih ... #

Tadi pagi, ada teman datang berkunjung. Awalnya cuma tanya soal tabungan pendidikan. Lama-lama merembet ke soal sekolah anak masing-masing. Masih nyambung juga kan ...

Teman itu mengeluh, anaknya (laki-laki, sekarang kelas 1 SD) sejak TK B mulai murung, ngga aktif seperti biasanya, sering menyendiri, gak mau gabung sama temen2-nya kalo maen.
Emang iya sih, biasanya kalo maen kerumah, tu anak bisa heboh maen ama fauzan, rebutan maenan, dll. Tapi tadi, dia banyak diemnya, banyak ngalahnya. Kirain sakit, ternyata ...

Setelah lulus TK, si anak sempet bilang sama ibunya, "aku libur sekolah dulu ya, yang lammaaaaa ...".
Tapi tetep aja dimasukin ke SD, dengan alasan umur dan takut ketinggalan dengan temen-temennya yang laen.
Menurut ibunya sih, si anak berubah seperti itu karena sejak TK B, dia mendapat pelajaran yang agak berat  untuk ukuran anak TK. Meski ada juga sih yang bilang, pelajaran seperti itu biasa-biasa aja. Yaa, para ortu udah tau kali ya, sekarang di TK itu udah diajarin membaca, menulis, berhitung (meski ngga semua TK kayak gitu lho ..). Dengan alasan, buat masuk SD nantinya.

Ini deh di kasih kutipan tulisan Dra. Adriani Purbo Psi. MBA di disini :

Berbicara tentang pendidikan anak usia dini, Sebenarnya sah-sah saja mengajarkan pelajaran baca tulis pada anak-anak TK, asalkan anak sudah siap untuk menerima pelajaran tersebut atau biasa disebut sebagai sudah muncul masa pekanya. Adanya kesiapan atau kepekaan tersebut, biasanya muncul pada usia sekitar 4 tahun - 6 tahun. Hal ini misalnya ditandai dengan adanya ketertarikan anak pada kegiatan-kegiatan pra membaca dan pra menulis seperti adanya kematangan visual motorik untuk dapat memegang alat tulis dengan benar atau meniru beberapa bentuk sederhana, kemampuan memusatkan perhatian, keinginan atau minat yang kuat untuk melihat gambar-gambar/tulisan di buku atau sekedar membuka-buka buku/majalah, senang bermain dengan huruf-huruf, dsb.

Selain memperhatikan masa peka anak untuk belajar baca tulis, penting pula untuk mengetahui bagaimana cara memberikan pelajaran baca tulis tersebut. Mengacu pada karakteristik umum anak TK, dimana aktivitas bermain menjadi aktivitas dominan mereka, maka perlu diingat bahwa dalam memberikan pelajaran baca tulis pada anak TK hendaknya dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan anak dan tidak memaksa anak. Pendekatan informal dimana pelajaran disampaikan dalam koridor bermain tampaknya menjadi sesuatu yang cocok untuk diterapkan pada pengajaran baca tulis anak-anak TK. Pendekatan informal yang dapat dilakukan, misalnya membacakan buku cerita sambil memperlihatkan gambar dan tulisan di buku/majalah yang sedang dibacakan, menempelkan gambar-gambar yang berhubungan dengan huruf atau tulisan pada ruang bermain atau kamar tidur anak, mecoba meniru bentuk lingkaran/garis atau huruf tertentu, mengajak anak menonton film yang bersifat mendidik sekaligus menghibur sehubungan dengan pelajaran baca tulis, bermain tebak-tebakan huruf, menelusuri bentuk huruf dengan jari, dsb.

Proses belajar menuju kemampuan baca tulis pada anak TK sebaiknya tidak dilakukan dengan pendekatan formal, seperti layaknya anak-anak SD. Karena hal ini dikhawatirkan akan membuat anak merasa tertekan dan jenuh, mengingat kemampuan anak untuk bisa berkonsentrasi pada satu topik bahasan biasanya masih sangat terbatas dan secara umum anak masih berada dalam dunia bermain. Apalagi bila dalam memberi pelajaran tersebut dilakukan dengan kekerasan, misalnya disertai dengan bentakan-bentakan, hinaan atau ejekan manakala anak belum mampu mengikuti pelajaran baca tulis yang diberikan, maka bukan tidak mungkin anak akan tumbuh menjadi anak rendah diri, yang justru hal ini akan menghambat perkembangan kemampuannya secara optimal kelak kemudian hari.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan bermain sambil belajar, merupakan cara terbaik menuju kemampuan baca tulis pada anak TK. Guru dan orang tua hendaknya saling bekerjasama untuk dapat memberikan cara belajar dan mengajar yang sesuai untuk anak-anak TK mereka. Orangtua atau guru perlu menyesuaikan cara mengajar baca tulis sesuai dengan kemampuan yang dimiliki tiap anak.

Mengharuskan semua anak TK untuk bisa baca tulis, tampaknya menjadi hal yang kurang bijaksana mengingat setiap anak memiliki kemampuan dan kesiapan belajar baca tulis yang berbeda satu sama lainnya. Sebenarnya masih banyak hal-hal lain yang penting untuk dapat diajarkan pada anak TK, ketimbang hanya terfokus pada kemampuan baca tulis semata, misalnya penanaman disiplin, kemandirian, tanggung jawab serta budi pekerti yang baik. Stimulasi terhadap kecerdasan intelektual anak, seperti pada kegiatan baca tulis, memang penting, namun perlu diupayakan jangan sampai stimulasi terhadap kecerdasan intelektual terlalu berlebihan sehingga cenderung memaksakan anak dan melupakan aspek-aspek kecerdasan lain yang juga perlu mendapat stimulasi seperti kecerdasan sosial, emosional, dsb, yang semuanya sangat diperlukan agar dapat menjadi bekal bagi anak dalam menghadapi masa depannya kelak.

Untuk kasus anak temen ibu ini, berhitungnya udah sampe perkalian, ck..ck..ck, belum lagi di tambah PR. Dan  ternyata anaknya belum siap menerima itu semua.

Dilema juga sih, ntar kalo masuk SD trus temen-temen yang lain udah bisa baca tulis berhitung gimana ? Dipaksain, kok ya kasian anaknya. Caranya kali ya .. Mungkin ada yang mau berbagi cerita soal ini..

Fauzan juga pernah kok ngga mau sekolah,  Saat umur 3,5 tahun dia ikut PAUD deket rumah. Setahun kemudian, mau dimasukin TK, tapi dia menolak. Mungkin dia jenuh waktu di PAUD-nya. Ya sudah, selama setahun libur dulu, banyak main + belajar di rumah. Pas usianya 5,5 tahun, baru deh masuk TK B. Alhamdulillah sampe sekarang dia menikmati hari-hari sekolahnya, malah suka nangis & marah kalo diajakin bolos. Mudah2an aja selamanya senang sekolah (biar ortunya ngga senewen ..hehehe).

Sekarangpun sebenernya di sekolah Fauzan ada les calistung, seminggu 4 kali pertemuan. Fauzan gak mau ikutan, bosen katanya. Kayaknya sih karena dia sudah bisa baca. Ya udah, gak dipaksa. Biarin aja deh (kecuali les mengaji ya, kalau yang ini memang sedikit dipaksa kalau dia mulai jenuh)

Jadi ... ???

Kamis, 24 Februari 2011

Horeee, naik kuda lagi di sekolah


Hari ini, ada acara naik kuda lagi di sekolah Fauzan. Asikkk, ibu udah siap-siap bawa kamera, karena udah dikasih tau sebelumnya, ngga kayak waktu itu, acaranya ngedadak, jadinya cuma di foto pake kamera hp.



Seperti yang lalu, sekarangpun Fauzan berkuda sendirian, ngga di pangku sama om tentaranya, dipegangin tali kekangnya juga ngga. Padahal semua teman-temannya rata-rata dipangku + pegangin. Om tentara cuma nemenin aja disampingnya sambil jalan. Jadi kepikiran buat di les-in berkuda, tapi biayanya uy .. muahalllll ...



Selain naik kuda, ada acara ngasih makan kudanya juga lho. Dikasih makan wortel. Nah, kalo yang ini Fauzan ngga berani sendirian. Harus di temenin ibu.

Ngedadak juga ibu jadi fotografer, karena ada beberapa yang ngga bawa kamera, jadinya minta tolong di potret sama ibu. Ya, ngga apa-apalah .. buat kenang-kenangan temen-temen Fauzan.

Ibu-ibu sebenernya juga dikasih kesempatan kalau mau ikut ngerasain naik kuda, tapi ngga ada yang mau. Sarieuneun sigana mah .. hehehe ... (pada takut). Padahal dalem hatinya pada penasaran tuh, termasuk ibu .. :)).

Jumat, 17 Desember 2010

Berkuda yuk ....

Kalo hari Kamis, Fauzan sekolahnya pake seragam loreng. Maklumlah, namanya juga sekolah milik yayasan angkatan darat. Tepatnya sih milik tentara kavaleri berkuda.
Nah, salah satu kegiatan disini, siswanya dapat kesempatan untuk naik kuda. Bayar sih, tapi cuma Rp 3000,-. Naik kuda Australia yang gede-gede itu. 

Sebenernya ibu-ibu di sekolah udah lama nanyain, kapan acara naik kudanya. Karena waktu pertama kali daftar, disebutkan salah satu ekskulnya itu berkuda, trus di tulisan di lembar perincian pakaian, ada pakaian berkudanya (baju loreng itu). Tapi selalu aja ada alasan.

Akhirnya, setelah 6 bulan menanti, kesempatan itu datang. Kemarin Fauzan naik kuda di lapangan sepak bola sebelah sekolah. Yang megangin kuda2nya itu, ya bapak-bapak tentara.

Wah, satu sekolah heboh, termasuk emak2nya dong .. sibuk motret anaknya. Tapi karena ngga dikasih tau sebelumnya, ibu ngga bawa kamera, motret Fauzan cuma pake kamera hp jadul. Lumayanlah, yang penting ada fotonya.

Fauzan semangat banget, dia mau naek sendiri. Lucuya, ada temen Fauzan yang memang tinggal di komplek itu dan bapaknya tentara, malah takut naik kuda. Kok bisa ya ..
siap-siap

mejeng dulu sama om tentaranya .. seragamnya udah kompak
cape habis berkuda, makan bihun goreng pembagian dulu deh ...



Beberapa hari yang lalu juga, di lapangan sebelah sekolah itu, banyak tentara yang sedang berlatih berkuda. Hiburan gratisan buat Fauzan dan teman2nya.

Kalau mau liat kuda yang berkeliaran, kita bisa jalan ke arah utara, dekat perkebunan teh. Disitu letak peternakan kuda milik Kavaleri. Nih gambarnya :

Indah ya .....

Kamis, 11 November 2010

Akhir bulan Oktober

30 Oktober 2010, Sabtu
Fauzan ikutan lomba menghias layang-layang, meski sebenernya acara itu buat anak-anak PAUD. Karena memang acara itu berjudul Sosialisasi PAUD di Kabupaten Bandung Barat. Tapi TK-nya Fauzan dapet undangan buat ikut ngeramein.
Acaranya rame banget, rame yang jualan maksudnya, hehehehe ... secara dibikin di tengah lapangan bola yang luas. Tukang dagang bisa menclok dimana-mana, ya .. ngasih kesempatan buat mereka, meski sebenernya ibu-ibu pada sakit kepala kalo udah kayak gini. Anak-anak mah enak aja maen tunjuk minta ini itu. Emak-emaknya langsung pura-pura gak denger aja deh ... :D.

Fauzan saat menghias layangan & hasil kerjanya


hayahhhh, saat ada lagu anak-anak yang di dangdutin, malah joged di tengah lapangan

Kita gak ngikutin acara sampe selesai. Jam 10 langsung pulang aja. Karena jam 11-nya kita mau di jemput Pakde + Bude-nya Fauzan, mau dia ajak ke kota Kuningan.
Mau nengokin Teteh Fia (anaknya Pakde + Bude) yang masuk pesantren disana.

Sepanjang jalan dari rumah, jemput Mbak Nita di sekolahnya (kakaknya Teteh Fia), terus jemput bapak di Jatinangor, sampe ke kota Kuningannya, hujan gak berhenti. Terus aja mengguyur.

Sampe hotel sekitar jam 7 malem deh. Kita nginep di hotel ini. Wah, noraknya Fauzan keluar deh, gimana ngga, ini kali pertama dia nginep di hotel. Banyak komentar dan ulahnya yang bikin kita senyum-senyum.
Loncat-loncat di atas kasurlah, tiduran sambil nonton TV, nulis-nulis pake pensil + kertas yg disediain, keluar masuk kamar, bolak balik pengen sikat gigi karena bisa sambil ngaca di cermin yg gede, duh ...
Sampe diledekin terus ama Pakdenya. Maklum Pakde, emang norak nih ponakan yang satu, qeqeqeq ......



Yang lucunya lagi, waktu ke kamar mandi, ngeliat bath up. Trus dia tanya, boleh masuk ke situ ngga. Ibu bolehin, karena belum diisi air juga. Dan mau tau apa yang dilakukan ? Fauzan tiduran santai di dalem bath up. Huhuy, gubrakkkk ... Aaaaaa .. !!!!

31 Oktober 2010, Minggu
Besok paginya, habis sarapan, kita maen-maen ke halaman belakang hotel. Ada playground dan tempat outbond gituh, berenang juga. Sekalian belajar motret.

salah satu hasil belajar motret

Ibu dengan latar belakang gunung Ceremai


Asik, bisa foto berdua bareng bapak


Ibu sama mbak Nita plus Fauzan jalan2 di taman, deu .. serasa film India


Fauzan dengan aktivitasnya, rumah pohon, manjat, maen aer

Jam 12-an kita chek out, trus mampir dulu ke Museum Linggarjati. Seperti museum pada umumnya, masuknya gratis, cuma disediain kotak buat sumbangan sukarela. Ngga ngasih juga ngga apa2.
Halamannya luassss banget, ditanami rumput dan banyak pohon rindang. Asik buat botram tuh .. ;)

Ngintip disini aja deh kalo mau tau soal sejarahnya ya, dan ini foto-fotonya :

Ruangan utama, tempat perundingan, lantainya masih asli lho, tp kursi2nya itu udah replika


Di sudut ruangan ada piano jadul, tapi udah gak bisa di pake


kursi jadul juga, tempat Presiden Soekarno ngobrol dengan penengah perundingan dari Inggris, Lord Killearn


Nah, salah satu foto di dinding yang menarik perhatian. Para wartawan saat itu sedang ngetik berita pake mesin tik manual, duduk di tiap anak tangga bangunan. Kalo yang paling atas 'buang gas', kebawahnya mabok semua tuh .. hehehe

Baru setelah itu, kita ke Pesantren tempat Teteh Fia sekolah. Sebelumnya sempet beli oleh-oleh & makan siang. Oleh-oleh khas Kuningan itu, tape ketan yang di bungkus kecil-kecil pake daun jambu air. Trus wadahnya itu ember yang warnanya item2 itu lho. Sayang, ngga sempet motret.

O iya, alas meja di tempat kita makan siang itu penuh tulisan yang lucu-lucu. Ini gambarnya :


Sampe pesantren, ternyata Teteh Fia-nya belum keluar kelas. Kita nunggu disalah satu taman di halaman pesantren. Letak pesantrennya di kaki gunung Ceremai, sejuk tempatnya, banyak pohon rindang.
Gak berapa lama, bubaran kelas deh. Duh, rame nya ... seneng aja ngeliat para ABG bergamis plus berkerudung panjang gitu, tapi tetep gaul. Santri laki-lakinya pun bersih-bersih.

Bude, Ibu, Mbak Nita dan Fauzan nyusulin teteh Fia ke kamarnya. Laki-laki emang gak boleh masuk ke kamar perempuan, gitu juga sebaliknya. Kecuali anak kecil ya .. makanya Fauzan bisa masuk ke kamar teteh Fia.

Kamarnya ada di lantai dua, ruangannya seperti asrama pada umumnya deh. Satu ruangan diisi 26 orang, tempat tidurnya yang bertingkat gitu. Hihihi, barang2 berantakan semua .. itu di kamar santri perempuan, gak kebayang kamar santri laki-lakinya. :D
Kamar mandinya berjajar, bak mandinya pun nyambung, jadi isi air setiap kamar mandi pasti sama. Jam sholat, gak boleh ada yang telat. Kalau dateng ke mesjid saat adzan selesai, di gebukin pantatnya ama sajadah ..

Dan Fauzan liat itu semua. Bagus deh, emang niatan ngajak Fauzan ke situ, mau ngenalin suasana pesantren, kali aja ntar gede dia minat.

Yang mau tau informasi tentang pesantren itu, bisa klik disini. Ya, bisa buat alternatif kalo mau boarding school.

Ini sebagian foto-foto suasana di pesantrennya :

Pengumuman / Tata tertib di tulis pake huruf Arab gundul


Sebagian halaman (lapangan basket)


Sebelah kiri itu mesjid, sebelah kanannya jejeran kamar mandi yg didepanya tempat buat jemur cucian (khusus santri perempuan)


tempat tidurnya nih, sagala rupa bruk di dinya .. :D

Menjelang malam, kita pulang ke Bandung. Nginep deh di rumah Pakde, soalnya mau pulang ke Parongpong udah terlalu malam.

Hari Seninnya, Fauzan bolos sekolah, bapak juga bolos kerja, pada tepar semua, hehehe ... Termasuk ibu, yang akhirnya kena flu selama 3 hari.

Tapi senenggggggggg .... !!!!

Kamis, 28 Oktober 2010

Prestasi gak harus pake piala

Hari ini ada lomba mewarnai dan lomba fotogenic disekolah Aa. Hasilnya seperti biasa, si Aa mah gak pernah menang, hehehehe .. komo lomba mewarnai mah, ke laut deh ... qeqeqeq ...

Yang lomba fotogenic, jujur aja, ibu ngarep. Soalnya suka di komentarin, si Aa kalo di foto bagus ceunah. Tapi tetep we, ngga menang ... belum hoki atau emang fotonya ngga bagus juga kali ya.
Ah, ngga apa2-lah, nu penting si Aa seneng ngejalaninnya. Saat pengumuman dan tau kalo ngga menang, malah bersorak2 sambil bilang, "Hore, Aa kalah ..." hihihihi ..
Gitu dong anak ibu, tetep semangat walau apapun yang terjadi.

Ini foto yang tadi di ikutin lomba

Sempet sih sebelumnya, ada ibu-ibu yang berusaha ngedeketin penyelenggara (salah satu produk susu formula), trus bilang kalo anaknya dari kecil sampe sekarang minum susu itu, tapi kok gak dapet hadiah. KKN ya bu ... hehehe
Trus liat juga ada salah satu temen si Aa yang nangis dan ngambek karena ngga menang.

Jadi pengen bilang, prestasi itu ngga harus dinilai dengan piala atau hadiah kok. Kalo kata ibu sih, dengan punya banyak teman, pandai bergaul, murah senyum, melakukan sesuatu sendiri, jarang sakit, de el el, itu udah prestasi juga kok. Yang pasti, prestasi buat orang tuanya juga ya ...
Syukur-syukur di tambah prestasi yang dapet penghargaan.

Iya sih, siapa yang ngga pengen anaknya muncul di depan orang banyak dengan membawa piala.
Tapi yang namanya lomba kan harus ada yang kalah juga ..
Pokoknya mah ... tetap semangat berlomba ya A Ujan ....